Penjelasan Law of Attraction LOA dan Sudut Pandang Islam

Posted by

Pada posting kali ini saya akan membahas tentang Law of Attraction atau yang biasa disingkat menjadi LOA. Hukum Law Of Attraction itu sendiri sudah muncul pada tahun 1900-an. Dan populer ketika telah terbitnya buku-buku tentang Law of Attraction pada tahun 2000-an. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang mempelajarinya.

Law of Attraction secara harfiah bermakna hukum tarik-menarik. Bisa dikatakan hukum ini menyatakan bahwa apa-apa yang kita pikirkan secara positif maupun negatif akan terealisasi di dalam hidup kita.

Law of Attraction dapat didefinisikan juga sebagai berikut “Segala sesuatu yang Anda pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran Anda, baik hal yang positif maupun negatif, akan datang ke dalam kehidupan Anda”.




Sebagai contohnya sering kali ketika kita sedang ngomongin orang, tidak lama setelah kita ngomongin orang tersebut, secara kebetulan orang tersebut hadir di hadapan kita. Saya juga sering mengalami hal tersebut, ketika itu saya sedangn ngobol dengan teman, sedang ngomongin 3 orang yang berbeda, tidak lama setelah saya dengan teman saya ngomongin orang tersebut, secara kebetulan mereka lewat di hadapan kami secara bergantian.

Hal diatas merupakan salah satu contoh dari hukum Law of Attraction. Alangkah baiknya jika kita menerapkan hukum Law of Attraction sebagai sarana untuk menggapai cita-cita kita. Sebagai contohnya, ketika kita menginginkan cita-cita kita tercapai maka kita secara sadar dan dengan sepenuh hati memikirkan supaya cita-cita kita tercapai bahkan sambil kita mengucapkannya.

Di dalam agama Islam kita sudah sejak lama di ajarkan agar berdoa. Bahkan doa adalah senjata bagi orang-orang mukmin. Pada saat kita berdoa secara tidak langsung kita sedang berada di hukum Law of Attraction. Ketika kita berdoa kita sedang memikirkan bahkan mengucapkan supaya tujuan ataupun kenginan  kita tertarik kepada diri kita. Kemudian dalam islam kita diajarkan, ketika kita berdoa, kita harus melibatkan hati kita juga. Hal tersebut merupakan salah satu syarat dikabulkannya doa. Jadi, kita tidak hanya sepintas memikirkan dan sekedar berucap saja. Namun ketika kita berdoa dianjurkan dengan kesadaran penuh dan melibatkan hati kita.

Dalam Islam juga kita dianjurkan untuk berprasangka baik (khusnudzon). Wajar saja ketika kita berprasangka baik maka hal-hal baik yang akan mendekat ke kita, sebaliknya jika berprasangka buruk, maka hal buruk yang akan mendekat ke kita. Bahkan dalam islam berprasangka buruk merupakan suatu perbuatan dosa.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” 
[Q.S Al-Hujurat: 12]



Demo Blog NJW V2 Updated at: 2:47:00 PM

1 komentar: