9 Perbedaan Fisika Klasik dengan Fisika Modern, Lengkap Dengan Penjelasannya.

Posted by

Perkembangan ilmu fisika terus mengalami perkembangan. Mulai dari fisika klasik yang diteliti oleh Isac Newton hingga berkembang dengan ditemukannya fisika modern. Tentunya saat kita SMA kita mempelajari hukum gerak Newton, hukum tersebut masih termasuk dalam fisika klasik. Fisika klasik juga populer dengan pembahasan mekanika klasik, elektrodinamika, thermodinamika dan sebagainya. Namun fisika klasik gagal dalam memahami partikel yang sangat kecil seperti atom dan subatomik.

Fisika klasik tidak bisa menjabarkan pemecahan masalah pada partikel-partikel yang sangat kecil. Tokoh-tokoh fisika klasik diantaranya adalah Isaac Newton, Galileo, Thomas Yung dan sebagainya. 
Ketika penelitian menunjukkan energi yang tidak kontinu, partikel dengan gelombang ternyata tidak berlawanan, energi gelombang tidak berbanding lurus dengan intensitasnya... fisika klasik tidak bisa menjelaskannya. Dengan dikembangkannya terus ilmu pengetahuan, akhirnya ilmuwan menemukan teori fisika yang lebih spektakuler, yaitu fisika modern.
9 Perbedaan Fisika Klasik dengan fisika modern
 Kajian fisika modern meliputi teori relativitas Einsten, mekanika kuantum, fisika inti, fisika atom, optika elektron dan sebagainya. Jika pada fisika klasik bahasannya pada objek yang mudah dipahami, berbeda dengan fisika modern yang bahasannya pada objek yang sulit dipahami seperti gelombang yang kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Fisika modern mampu menjelaskan skala atom bahkan subatomik dan mampu menjelaskan skala yang sangat besar seperti peristiwa Black Hole.

Pada perisitiwa radiasi benda hitam dan efek fotolistrik, fisika klasik tidak mampu menjelaskannya. Disinilah hadir sosok fisika modern yang mengguncang ilmu pengetahuan dengan kemampuannya dalam menjelaskan teori benda hitam dan efek fotolistrik. Tokoh-tokoh terkenal dibalik fisika modern adalah Max Planck, Albert Einsten, Louis De Broglie, Paul Direc dan sebagainya.

Apa yang sebenarnya menjadi perbedaan antara fisika klasik dengan fisika modern. Tentulah anatara keduanya sangat memiliki perbedaan. Jika pada fisika klasik sesuatu sudahlah mutlak atau bersifat deterministik lain halnya pada fisika modern. Di fisika modern suatu perhitungan tidak bersifat deterministik melainkan hanyalah nilai probabilitas, yang artinya nilai dari perhitungan tersebut hanyalah sebuah kemungkinan. Yang sering disebut dengan nilai ekspektasi.

Berikut ini 9 perbedaan fisika klasik dengan fisika modern:

1. Fisika klasik mengatakan energi kontinu, di fisika modern energi tidak kontinu melainkan sebuah paket-paket atau yang disebut kuantum/kuanta atau energi bersifat diskrit.

2. Fisika klasik tidak bisa menjelaskan skala atomik, fisika modern dapat menjelaskannya.

3. Fisika klasik mengatakan gelombang dengan partikel berlawanan, pada fisika modern gelombang dengan partikel tidak berlawanan.

4. Di Fisika klasik materi yang bergerak tidak dikatakan sebagai gelombang, di fisika modern materi yang bergerak dikatakan sebagai gelombang.

5. Fisika klasik menjelaskan energi yang dipancarkan bersifat kontinu serta tergantung dengan amplitudo, pada fisika modern energi yang dipancarkan bersifat diskrit tidak tergantung pada amplitudo melainkan tergantung pada frekuensi.

6. Fisika klasik mengatakan energi kinetik berbanding lurus dengan intentitas cahaya, pada fisika modern energi kinetik tidak tergantung pada intentitas cahaya.

7. Fisik klasik mengatakan efek fotolistrik terjadi tiap frekuensi asalkan intentitasnya memenuhi, pada fisika modern efek fotolistrik dapat terjadi jika memenuhi frekuensi minimum.

8. Fisika klasik membagi fase menjadi 3 yaitu padat, gas, cair.. Sedangkan pada fisika modern fase dibagi menjadi 4 yaitu pada, gas, cair dan plasma.

9. Fisika klasik berpendapat suatu nilai perhitungan adalah mutlak/deterministik, sedangkan pada fisika modern nilai perhitungannya hanya nilai probabilitas.. hanyalah suatu nilai kemungkinan atau ekspektasi.

Demo Blog NJW V2 Updated at: 5:59:00 PM

0 komentar:

Post a Comment