3 Reaktor Nuklir Di Indonesia, Reaktor Kartini, Reaktor Serpong, dan Reaktor Triga

Posted by

Reaktor nuklir digunakan untuk menghasilkan energi listrik dari energi nuklir. Singkatnya energi nuklir terbentuk dari reaksi fisi terkendali pada reaktor yang kontinu. Reaksi fisi kontinu tersebut yang menghasilkan energi yang sangat besar. Yang kemudian energi tersebut dialirkan hingga ke turbin untuk menghasilkan energi listrik.

Pada reaktor nuklir terjadi reaksi fisi yang terkendali, berbeda dengan reaksi fisi yang terjadi pada bom nuklir. Pada bom nuklir, reaksi fisi yang terjadi adalah reaksi fisi yang tidak terkendali. Akibat dari reaksi fisi yang tidak terkendali adalah ledakan yang sangat besar. Seperti ledakan bom Atom di Hiroshima Nagasaki.


Awalnya reaktor nuklir digunakan untuk membuat plutonium sebagai bahan baku bom nuklir. Namun, semakin berkembangnya teknologi nuklir.. akhirnya reaktor nuklir banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Semakin menipisnya bahan bakar fosil, membuat banyak negara membuat reaktor nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik. Selain itu, ada juga reaktor penelitian. Yaitu, reaktor yang digunakan untuk memproduksi isotop radioaktif (radioisotop) dan untuk penelitian.

Baca juga >> PRINSIP KERJA REAKTOR NUKLIR (PLTN) LENGKAP DENGAN GAMBAR
Baca juga >> PENGERTIAN REAKSI FISI DAN FUSI LENGKAP DENGAN GAMBAR

Pada tahun 1958 Peraturan Pemerintah No. 65, pada tanggal 5 Desember 1958 didirikan Dewan Tenaga Atom dan Lemabaga Tenaga Atom (LTA), yang kemudian menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) sesuai dengan UU No.31 Tahun 1964 tentang ketentuan Pokok Tenaga Atom.

Berikut ini 3 reaktor nuklir di Indonesia:

1. Reaktor Nuklir Kartini Yogyakarta

Reaktor Nuklir Kartini Yogyakarta, source img: google img
 Reaktor ini diresmikan pada tahun 1979, dan sampai sekarang masih beroperasi. Reaktor ini berjenis Triga Mark II. Reaktor ini merupakan reaktor dengan kapasitas yang kecil yaitu 250 kW ada juga yang bilang kapasitasnya hanya 100 kW. Reaktor ini dioperasikan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).


2. Reaktor Nuklir Serpong

Reaktor Nuklir Serpong, source img: google img

Reaktor nuklir Serpong memiliki fasilitas utama yaitu Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy (RSG-GAS) dengan daya yang sangat besar yaitu 30 MW. Dengan daya sebesar 30 MW, membuat reaktor nuklir Serpong memiliki kapasitas paling besar dibanding reaktor lainnya.

Reaktor nuklir Serpong dibangun dengan tujuan mengembangkan Industri Nuklir serta persiapan pembangunan PLTN di Indonesia. Kawasan nuklir Serpong memiliki luas sekitar 25 hektare yang terletak di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong.

Fasilitas yang terdapat di reaktor nuklir Serpong diantaranya adalah, Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif, Instalasi Keselamatan dan Keteknikan Reaktor, Instalasi Spektrometri Neutron, Penyimpanan Bahan Terkontaminasi dan Elemen Bakar, Instalasi Radioisotop dan Radiofarmaka, dan masih banyak lagi fasilitas lainnya.


3. Reaktor Triga Bandung

Reaktor Triga Bandung, source img: kaskus
 Reaktor Triga Bandung diresmikan pada tahun 1965 bulan Desember. Awalnya reaktor ini memiliki kapasitas daya reaktor sebesar 250 kW yang kemudian diupgrade menjadi 1000 kW, lalu di Upgrade lagi menjadi 2000 kW.

Reaktor Triga digunakan untuk meneliti penguasaan teknologi isotop pada radioisotop.  Radioisotop digunakan pada bidang medis untuk morfologi organ tubuh atau memeriksa anatomi dan masih banyak lagi manfaatnya. Triga adalah singkatan dari "Training, Research, Isotopes, General, Atomics".


Nah demikianlah sobat kreatif 3 reaktor Nuklir di Indonesia, dari ketiga reaktor Nuklir tersebut Indonesia belum memiliki reaktor Nuklir sebagai Pembangkit Tenaga Listrik (PLTN). Sudah saatnya Indonesia mulai merancang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, mengingat semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil.

Selain sebagai solusi dari menghemat cadangan bahan bakar fosil. Ternyata Listrik yang dihasilkan dari Reaktor Nuklir sangatlah besar. Bayangkan saja energi yang dihasilkan dari 1 gram Uranium setara dengan energi yang dihasilkan 2,5 ton batubara. Jumlah energi yang sangat fantastis bukan,...


Baca juga >> 1 GRAM URANIUM SETARA DENGAN 2,5 TON BATUBARA
Baca juga >> PENJELASAN, CIRI, 10 SIFAT URANIUM & 10 MANFAATNYA

Sebelum membangun PLTN harus terlebih dahulu dilakukan kajian yang mendalam akan terjadinya kecelakaan reaktor Nuklir. Tentunya kecelakaan tersebut tidak diharapkan, tapi sebagai antisipasi sangatlah diperlukan mengingat dampak yang sangat fatal apabila terjadinya kecelakaan reaktor nuklir. Umumnya Reaktor Nuklir dibangun di kawasan yang jauh dari pemukiman penduduk.

Baca juga >> 19 DAMPAK BAHAYA RADIASI NUKLIR BAGI MANUSIA

Demo Blog NJW V2 Updated at: 4:50:00 PM

0 komentar:

Post a Comment