7 Cara Memelihara Kesehatan Mental Anak, Ini Rahasianya

Posted by

Anda bisa memelihara kesehatan mental anak anda dengan memperhatikan apa yang disebut dengan tujuh kekuatan. Masing-masing dari kekuatan tersebut merupakan sebuah karakteristik khusus yang anda kembangkan pada diri anak anda.

Sehatnya mental sang anak akan berdampak banyak kebaikan padanya. Dengan sehatnya mental anak akan membuat fisik anak menjadi kuat, mampu dengan baik mengerjakan tugas, dapat mengatasi masalah, dapat berprestasi dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Tentunya untuk memelihara kesehatan sang anak bukanlah hal yang instan, kita perlu bersabar dan menikmati proses ketika memelihara kesehatan mental sang anak. Sabar, bersyukur, dan lebih mengerti kepada sang anak merupakan kunci kita dalam membangun karakter yang baik.



Seiring dengan pertumbuhan mental anak anda, anda bisa memperhatikan setiap saat untuk melihat bagaimana perkembangan mental anak anda berdasarkan 7 kekuatan ini, dimana kekuatan tersebut sangat perlu untuk diperhatikan dan ditingkatkan.

7 Cara memelihara kesehatan mental anak, source img: google img

1. Kebahagiaan

Gaya orang tua mengasuh anak secara langsung akan menentukan tingkat kebahagiaan anak. Sangat jelas pada gaya mengasuh anak dengan otoriter dan terlalu keras diluar kewajaran, belum lagi terlalu sering memahari walaupun hanya kesalahan yang sangat kecil. Misalnya seperti ketika menuruni tangga terdengar sedikit bersuarai, langsung dimarahi. Dapat nilai pas, dimarahi juga... tanpa ada solusi ataupun motivasi yang ada hanya sebuah penyalahan dan penyalahan. Hal tersebut tentu membuat kebahagiaan di dalam diri seorang anak menjadi sirna.

Namun jangan salah pula dengan menuruti segala keinginan anak. Mengapa? karena dengan begitu akan menciptaka sebuah lingkungan yang keinginannya selalu terpenuhi, padahal kita tahu tidak selalu demikian pada kehidupan. Hal tersebut akan membuat sang anak tidak siap atau bisa dikatakan tidak mandiri saat dewasa kelak.


Kebahagiaan anak, source img: google img


Meskipun mengatakan tidak untuk menuruti permintaan anak, mungkin akan menciptakan timbul rasa tidak senang, ciptakan batasan dengan memberikan batasan dan pesan kepada anak bahwa anda selalu menyayangi dan ada banyak kebahagiaan tercipta ketika seorang anak menyadari bahwa orang tuanya selalu ada untuk melindunginya. Selalu memberi kehangatan dan motivasi ketika sang anak down tanpa memanjakan sang anak melainkan menumbuhkan rasa percaya diri anak dengan motivasi dan kasih sayang.


2. Kerpercayaan Diri / Kemandirian

Dalam peta kepercayaan diri, anda melihat semua tipe-tipe anak. Ada anak yang berani, kuat, dan mampu memulai percakapan dengan kurir pengantar barang, yang belum dikenal sebelumnya, misalnya...

Ada juga anak-anak yang sangat pemalu hingga meluangkan lebih banyak waktu di belakang kaki ibu daripada di taman bermain. Kedua tipe tersebut harus dihargai, tapi yang lebih ideal adalah titik tengah diantara keduanya.

Percaya diri anak, source img: google img


Pikirkanlah jika menjadi seorang penumpang dalam perahu, anda tidak ingin dipandu oleh seorang yang terlalu berani hingga menjadikan perjalanan anda tidak aman dan membawa anda menuruni air terjun setinggi 18 M. Tetapi andapun tidak ingin seorang pemandu yang terlalu tidak percaya diri sehingga tidak berani untuk menghadapi arus yang deras.

Anak-anak juga mendambkana seorang pemandu (diri anda) yang berada diantara kedua karakter tersebut. Idealnya, anda perlu menciptakan sebuah lingkungan yang bisa membuat anak anda mengambangkan kepercayaan diri dan kemandirian, yaitu sebuah lingkungan yang mendesaknya untuk menghadapi sedikit potongan kehidupannya sendiri (tetapi tetap dibawah pantauan anda) baik dengan berinteraksi di taman bermain dengan anak-anak yang tidak dikenalnya atau dengan membiarkannya pergi ke tepi kolam renang dan bahkan mencoba seluncuran khusus anak.


3. Ketabahan

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda., sebagai mantara sempurna untuk mengajarkan ketabahan kepada sang anak. Kegagalan bukanlah hal yang buruk. Saya ulangi sekali lagi,, kegagalan bukanlah hal yang buruk. Meskipun anda tentu ingin anak anda berusaha keras, melakukan yang terbaik dan menuntaskan pekerjaan apapun yang tengah mereka lakukan dengan memperoleh hasil yang terbaik. Anda hanya merugikannya jika mengajari bahwa ia harus langsung bisa mewarnai gambar tidak boleh melewati gagris saat pertama kali ia mencobanya, atau harus hafal tabel perkalian saat usia 3 tahun.


Pesan orang tua yang berlebihan kepada anak untuk harus selalu bekerja keras dan selalu sukses di segala bidang, tanpa memberi ruang untuk menerima dan tabah ketika mengalami kegagalan atau kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Cara berlebihan ini secara tidak langsung mendidik anak untuk gagal di masa depan, belum lagi pemberontakannya. Karena kesalahan tidak bisa dihindari, karena anak menjadi berpikir dengan logikanya menemukan bahwa cara terbaik untuk tidak gagal adalah dengan tidak mencoba sama sekali. Mengharuskan sang anak agar selalu berhasil tanpa memaklumi jika terjadi kegagalan, akan membuat anak merasa tertekan sehingga akan menganggu kesehatan mental sang anak.
 
source img: google img

Jika anak mengalami kegagalan, peluklah ia dengan memakluminya, bahwa wajar saja jika mengalami suatu kegagalan. Biarkanlah sang anak mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangan terburu-buru dan menyatukan setiap keping puzzle untuknya saat ia mengeluh kesulitan, mungkin hanya bisa menyatukan satu atau dua kepingan puzzle, tetapi itu akan mengajarinya untuk melakukan lebih baik pada saat selanjutnya. Hargailah ia atas usaha yang telah dilakukan, atas keinginannya untuk belajar, mencoba, dan menemukan solusi dan atas keberaniannya untuk mencoba walaupun masih sedikit.


4. Empati dan Kasih Sayang

Ketika anda memiliki bayi, tidak diragukan lagi bahwa ia adalah yang terpenting dalam kehidupan anda, perhatian anda atas keperluannya, pelukan hangat anda, dan tatapan penuh kasih sayang..
Anda bisa mencintai, mengasuh, dan melindungi anak anda sesuai keinginan anda, tetapi anda harus memberi batasan dengan mendidik anak bahwa memukul teman, memukul kucing yang tidak berdaya, atau mencabuti bunga tetangga adalah perbuatan buruk.

Cara memelihara kesehatan jiwa anak, source img: google img
 Anda harus menegur perbuatan buruk yang dilakukan sang anak, jangan sampai karena rasa kasih sayang anda, anda membiarkan sang anak ketika melakukan hal-hal buruk. Tentunya hal ini akan membuat sang anak menganggap baik perbuatan buruknya, dia akan berpikir "tidak mengapa jika aku memukul teman atau tidak mengaka jika aku maling bunga tetangga".

Ajarkan juga pasa sang anak untuk mengerti perasaan orang lain. Jika sejak awal sang anak sudah paham akan pentingnya memahami perasaan orang lain, maka semakin besar kesempatannya untuk berbaur dengan dunia yang lebih beragam dan dunia yang lebih baik.


5. Bermain-main

Kapankah anda terakhir kali meluangkan waktu untuk bermain dengan anak anda?? misalnya bermain boneka mungkin atau permainan asyik lainnya. Sulit untuk meluangkan waktu untuk bermain dengan anak memanglah hal yang wajar. Segudang aktivitas sehari-hari seperti tugas kantor belum lagi merapikan rumah tentu akan menyita waktu kita untuk bermain dengan sang anak.

Namun, cobalah luangkan waktu untuk sang anak jangan sampai anda tidak pernah meluangkan waktu untuk bermain dengan sang anak. Bermain dengan anak akan menguatkan rasa kasih sayang antara anak dengan ibunya atau anak dengan ayahnya.

Sosialisasi, source img: google img
Sesekali cobalah ajak sang anak bermain bersama di taman, atau di kolam renang.. yaitu tempat-tempat umum. Anak yang terlalu sering bermain didalam rumah tanpa pernah bermain diluar, akan membuat sosialisasi anak terganggu. Sehingga sang anak menjadi sulit untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Cobalah untuk bermain diluar dan menjelajah taman-taman yang indah supaya mengajari anak rasa kenyamanan dengan dunia luar dan sekaligus mengajarinya untuk bersosialisasi. Berada di alam luar memberikan dampak positif yang sangat besar seperti meningkatkan keingintahuan intelektual, mempertahankan konsentrasi, memperhhatikan sesuatu secara detail, keterampilan menyelesaikan masalah, kekuatan fisik dan koordinasi serta memberikan kesempatan untuk relaksasi. Alam adalah sebuah sarana untuk sang anak untuk mempelajari sebuah lingkungan.


6. Kepuasan Yang Tertunda

Untuk membentuk keluarga fleksibel, anda perlu menguasai keterampilan untuk tidak menyerah pada setiap tingkah dan keinginan anak anda demi kebaikannya sendiri. Dala msebuah penelitian klasik, anak-anak ditempatkan di dalam sebuah kamar seorang diri, diberi sebuah kue dan diberi tahu bahwa jika mereka bisa menahan diri untuk tidak memakannya, mereka akan mendapat kue kedua saat sang ilmuwan kembali.

Beberapa puluh tahun setelahnya, anak-anak yang bisa menunggu dan tidak memakan kue tersebut tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berprestasi dengan karir yang lebih memuaskan dan berpotensi memperoleh penghasilan lebih tinggi.

Anak yang sabar, source img: google img

Nah, bagaimana cara mengajarkan menunda kepuasan kepada seorang anak yang tidak bisa menunggu untuk makan kue. Sebagian ahli anak menyarankan teknik mengalihkan perhatian atau mengalihkan pikiran ingin makan kue dengan memikirkan atau melakukan sesuatu yang lain.

Sebagian ahli mengajari mereka untuk mengatur tujuan jangka panjang misalnya : menabung uang jajan untuk membeli mainan istimewa dan menawarkan hadiah istimewa untuk mengajarkan kepada mereka betapa menguntungkanyna menabung, misalnya dengan mengganti uang muka yang digunakan untuk membeli mainannya.

Hal yang terpenting bukanlah memberikan semua yang anak anda inginkan saat itu juga, melainkan mengajarinya untuk tetap nyaman dengan sedikit ketidaknyamanannya ketika harus menunggu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


7. Spritualitas

Penelitian terbaru mengatakan bahwa salah satu pengaruh terbesar dalam membangun mental seorang anak adalah seberapa baik sisi spritualnya. Dalam hal ini, spritulaitas dapat seperti memaknai peran diri pada sebuah lingkungan. Bagi sang anak, hal ini berati bagaimana ia menjadi bagian dari komunitas di tempat ia berada, seperti pada keluarga, komunitas, dengan tetangga, sekolah, organisasi dan sebagainya.

Anak soleh, source img: google img

Bagaimana mewujudkannya?? bisa banyak cara, seperti membuat acara keluarga dihari libur dengan berekreasi bersama, ikut acara atau kegiatan lingkungan masyarakat dan membantu orang-orang yang tidak mampu seperti bersedekah di panti asuhan.

Sedari kecil kenalkan anak kepada Tuhan yaitu Allah swt. Ajarkan kepada sang anak jika kita beribadah tulus untuk Allah swt. Semakin  menyadari keberadaan Tuhan semakin baik pula kelak mental anak kita nanti.

Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:02:00 PM

0 komentar:

Post a Comment